SERAGAM MARCHING BAND

Hampir keseluruhan dari personil marching band memakai seragam. Seragam gaya militer merupakan seragam paling umum, namun banyak band memakai segala sesuatu dari pencocokan T-shirt dan celana pendek untuk pakaian formal. Nama, symbol, dan atau warna sekolah atau organisasi umunya dipakai untuk seragam. Seragam bisa juga mempunyai warna yang begitu berbeda di bagian depan maupun belakang, jika anggota band tiba-tiba berubah sisi, penonton menyaksikan perubahan warna yang begitu mencolok. Contoh band diantaranya kebanyakan sekolah Ivy League memakai jaket dan dasi ketika tampil. Band Universitas The Southern Methodist memakai kombinasi berbeda dari jaket, rompi, dasi, kemeja, juga celana masing-masing setengah (berubah sebelum turun minum) dari setiap pertandingan dan tidak ada pakaian ataupun kombinasi seragam yang diulangi selama musim berbaris. Marching band Alma College Kiltie popular karena mengenakan rok terbuat dari tartan resmi Alma College.

Sangat banyak komponen untuk seragam band. Umunya elemen desain termasuk topi (biasanya shakos, helm empulur, topi kombinasi atau tipe helm lainnya) dengan bulu bulu, jubah, sarung tangan, tali pangkat, dan hiasan lainnya. Marching band USC Spirit of Troy dan marching band selatan dari suara Universitas Troy mengenakan helm tradisional Trojan. Seragam band juga mempunyai stripe di kaki dan sepatu berwarna terang, atau spats di atas sepatu gelap guna menekankan gerakan kaki saat berbaris. Seragam bisa menunjukkan komponen tambahan yang menyoroti gerakan tubuh bagian atas, seperti “sayap” yang dipakai oleh marching band Universitas Minnesota guna menyoroti gerakan mengapit di lapangan. Tapi band kompetitif, berulang-ulang memilih seragam yang cocok, terutama celana dan sepatu (umunya hitam atau putih) guna menutupi efek visual dari anggota yang keluar dari langkah seperti yang terlihat dari jarak jauh. Kadang band memaafkan seragam tradisional untuk kostum yang sesuai dengan tema pertunjukan lapangan.

Drum majors, komandan lapangan dan pemimpin band, umunya tidak mengenakan seragam band regular, guna membedakan mereka dari sisi band. Sebagian memakai pakaian yang lebih formal atau kostum yang sesuai dengan tema music, ataupun yang paling umum versi yang beda dari seragam band regular, sering mempergunakan warna yang beda (terutama putih) atau fitur seperti jubah. Sebagian (tingkat perguruan tinggi) tetap memperggunakan shako wol tinggi kulit beruang jauh lebih besar. Pemain Sousaphone bisa memakai baret gaya militer atau sepenuhnya tidak memperbolehkan pemakaian penutup kepala, karna kebanyakan topi mungkin ada di jalan lonceng. Sebagian kelompok tambahan memakai seragam yang menyerupai pakaian senam. Seragam tersebut sering bertema, menggambar inspirasi dari music. Kebanyakan kelompok membantu merubah pakaian yang mereka pakai dari musim ke musim berdasarkan kebutuhan band, meski beberapa juga mempunyai seragam “dasar” guna acara-acara seperti parade atau upacara lainnya.